Alat Musik Jawa Barat Dan Cara Memainkannya – Provinsi Jawa Barat yaitu provinsi terbesar kedua di Pulau Jawa. Pesona Negeri Sunda terbentang dari perbatasan Provinsi Banten di sebelah barat hingga perbatasan Jawa Tengah di sebelah timur. Jawa Barat merupakan provinsi multikultural dengan beragam budaya tradisional. Setiap daerah mempunyai keunikan yang memberikan warna berbeda tergantung nilai filosofi dan kearifan lokal yang dianut masyarakatnya. Namun di balik keberagaman tersebut, budaya Sunda sangat erat kaitannya dengan kerukunan antar etnis.

Alat Musik Jawa Barat Dan Cara Memainkannya

Alat Musik Jawa Barat Dan Cara Memainkannya

throughtheeyesofthedead – Kesenian daerah terkenal disetiap daerah terutama alat musiknya. Ada beberapa daerah yang mempunyai tradisi dan budaya khasnya masing-masing. Salah satunya adalah suku Sunda yang sebagian besar penduduknya tinggal di Jawa Barat.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang alat musik Sunda, mari kita lihat dulu seniman-seniman yang terkait dengan penciptaan alat musik tersebut di Jawa Barat. Beberapa tokohnya adalah: Raden Machyar Angga Koesoemadinata yang memberi nama pada lambang dan bunyi alat musik Sunda yaitu da, ini, na, ti, ia.

Berikut 15 alat musik Jawa Barat dan cara memainkannya:

1. Angklung
Alat musik tradisional ini sangat populer dan juga menjadi salah satu ikon budaya Jawa Barat. Asal muasal Angklung didasari oleh pandangan hidup pertanian masyarakat Sunda.

Angklung terbuat dari bambu yang dipotong menyerupai pipa. Bambu yang digunakan juga bambu hitam atau awi-wulung dan bambu ater atau awi-temen. Alat musik ini dimainkan dengan cara menggoyangkan badan angklung sehingga timbul bunyi akibat hantaman badan tongkat bambu.

2. Tarawangsa
Tarawangsa merupakan alat musik yang sudah ada pada abad ke 18 dan diketahui dari isi naskah kuno. Bentuk alat musik ini mirip dengan rebana, namun cara memainkannya berbeda. Namun tarawangsa sudah ada sebelum rebana dan alat musik petik lainnya.

Tarawangsa dimainkan dengan cara dimainkan menggunakan tali busur. Dan biasanya dimainkan pada lagu Pelog yang terbagi menjadi dua kelompok lagu yaitu: lagu utama dan lagu pilihan atau tambahan.

3. Kecapi
Alat musik tradisional ini merupakan salah satu komponen utama Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran. Bentuk kecapi dilengkapi dengan jumlah senar yang berbeda-beda, bisa tiga senar, lima senar, dan seterusnya.

Anda dapat memainkan harpa dengan berbagai teknik seperti merebut, jeungkalan, dan sitreuk toel. Kata Kecapi sendiri dalam bahasa Sunda adalah tanaman Sentul yang konon kayunya digunakan untuk membuat alat musik Kecapi.

4. Karinding
Salah satu alat musik tradisional Sunda yang termasuk dalam kelompok idiofon atau lamefon. Karinding terbuat dari pelepah enau atau bambu. Namun ternyata Karinding mempunyai nama yang berbeda-beda di setiap daerah, misalnya Karinding berasal dari Sunda, Rinding dari Jawa, dan Kuriding dari Kalimantan Selatan.

 

Baca Juga : Contoh Pidato Pendek Lengkap Dan Cocok Untuk Tugas

 

Untuk memainkannya, karinding diletakkan di bibir dan dipukul dengan jari telunjuk sehingga menimbulkan resonansi suara. Selain karena suaranya yang menjadikannya sebagai alat musik yang enak untuk dinikmati, Karinding ternyata mampu mengusir hama di sawah karena suaranya yang dalam dan terdengar jelas dihasilkan oleh getaran jarumnya.

5. Calung
Selain karinding, alat musik calung juga termasuk golongan idiofon yang terbuat dari bambu. Calung dikenal dan berkembang di daerah Sunda dan Banyumasan. Calung mempunyai bentuk dan bahan yang sama dengan pipa angklung. Bedanya, Calung dimainkan dengan cara dipukul dengan bilah atau ruas yang disusun (pipa bambu). Berdasarkan bentuknya, Calung dikenal dalam dua kelompok, yaitu; Rantay Calung dan Tote Calung.

6. Celempung dan Siter
Alat musik tradisional ini ada hubungannya dengan kecapi dalam gamelan Sunda. Alat musik Celempung dan Siter masing-masing mempunyai dawai sebanyak 11 dan 13 pasang. Namun yang membedakan adalah Siter panjangnya sekitar 30 cm sedangkan Celempung panjangnya sekitar 90 cm.

Siter dimainkan dengan ibu jari pada senar sedangkan jari lainnya menahan getaran ketika senar lainnya dipetik. Dan kedua alat musik tersebut dimainkan dengan bersamaan.

 

Alat Musik Jawa Barat

 

7. Toleat
Mungkin belum banyak yang mengenal alat musik ini. Toleat sendiri berakar dari tradisi masyarakat Pramuka, Kabupaten Subang. Hanya dua orang yang menguasai alat musik Toleat, yaitu Mang Parman dan Pa Asep Nurbudi. Toleate dimainkan dengan cara ditiup dan menghasilkan suara yang mirip dengan saksofon.

8. Goong Tiup
Alat musik tradisional ini terbuat dari batang bambu utuh yang panjangnya sekitar 1,5 sampai dua meter. Goong tiup mirip dengan alat musik yang digunakan suku Aborigin Australia, namun bedanya terbuat dari tongkat kayu yang dilubangi.

Tiup Goong tidak menghasilkan suara apa pun, hanya efek suara ajaib. Untuk memainkan Goong Blow, buang napas pada ujung bambu yang lebih kecil.

9. Bangbaraan
Alat musik tradisional peninggalan opera Sukapura ini terbuat dari bambu. Bangbaraan sendiri berbentuk bilah angklung, dengan salah satu ujung ruasnya diruncingkan hingga memiliki dua sisi. Namun ketika dimainkan, Bangbaraan mengeluarkan suara yang mengingatkan pada Karinding.

Bangbaraan dimainkan dengan cara dipetik dan menghasilkan suara dengung bangbara atau sayap kumbang hitam yang berasal dari getaran bambu.

10. Ujaran kebencian
Alat musik tradisional ini terbilang cukup unik. Selain ukurannya yang kecil, kakao juga mengeluarkan suara yang nyaring di telinga, mengingatkan pada gemericik air mengalir, namun tidak terdengar nyaring. Bentuk kakao adalah sebatang batang bambu panjang yang didalamnya terdapat biji.

Cara memainkan Cacaian adalah dengan memutar badan alat musik ini maju mundur sehingga menghasilkan bunyi.

11. Jentreng
Alat musik Jentreng ini mirip dengan alat musik kecapi yang mempunyai tujuh dawai. Namun Jentreng lebih kecil dari Kecapi. Jentreng terbuat dari kayu bunga (ylang ylang) atau kayu nangka.

Cara memainkan Jentreng adalah dengan dipetik dengan jari kiri dan kanan lalu dipukul.

12. Jengglong
Alat musik asal Jawa Barat ini terdiri dari beberapa bonang salib yang disusun berjajar membentuk tapal kuda. Jenglong mempunyai nada sebanyak satu oktaf dan biasanya dimainkan dengan nada gamelan.

Cara memainkan Jenglong adalah dengan mengalahkannya.

13 . Kohkol
Alat musik tradisional yang biasa kita kenal dengan sebutan Kentungan ini terbuat dari bahan bambu atau kayu. Bentuk Kohkol kurang dari satuatau satu setengah meter. Kohkol sebelumnya digunakan sebagai alat komunikasi yang berbentuk tabung dan lingkaran dengan lubang di tengahnya.

Kohkol dimainkan dengan cara memukul bagian tengahnya sehingga menghasilkan bunyi yang khas dengan ritme yang berbeda-beda.

14. Kendang
Alat musik tradisional yang berasal dari Sunda dan Jawa Tengah ini tentunya sudah tidak asing lagi. Kendang atau Khendang digunakan untuk mengontrol irama dan tempo, mengawali perkenalan dan menghentikan sebuah lagu.

Cara memainkan kendang adalah dengan menyentuhnya dengan tangan atau dengan menabuhnya. Oleh karena itulah Kendang dimainkan dengan daya tahan yang kuat, karena harus bergerak aktif dan semangat. Sehingga penonton terbawa suasana saat mendengarkan.

15. Rebab
Dalam bahasa Sunda, alat musik rebab disebut lengek dan pemainnya disebut ngalengek. Alat musik ini merupakan alat sejarah yang digunakan untuk menghiasi nada dasar melodi. Rebab berukuran lebih kecil dan memiliki tubuh yang panjang dengan tori dan leher yang panjang. Cara memainkan Rebab adalah dengan menggeseknya.

Kesenian daerah Jawa Barat istimewa dari segi adat dan budayanya. Alat musik tradisional daerah ini mencerminkan kekayaan dan keunikan budaya Sunda. Alat musik Jawa Barat yang populer dan terkenal antara lain Angklung, Tarawangsa, Kecapi, Karinding, Calung, Celempung, Siter, Toleat, Goong Blow, Bangbaraan, Cacaian, Jentreng, Jengglong, Kohkol, Kendang dan Rebab.

Setiap alat musik mempunyai ciri dan cara memainkan yang berbeda-beda. Beberapa alat musik seperti angklung dan calung terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul atau diguncang hingga menghasilkan bunyi. Alat musik lainnya seperti tarawangsa, siter dan rebab dimainkan dengan cara membungkuk atau jari.

Alat musik tradisional ini tidak hanya digunakan untuk hiburan dan ekspresi seni, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Mereka memperkaya warisan budaya Jawa Barat dan menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan tradisi dan jati diri daerah.

Dengan memahami dan mengapresiasi alat musik tradisional Jawa Barat, kita dapat memperluas pengetahuan kita tentang kekayaan budaya Indonesia dan meningkatkan apresiasi terhadap seni dan musik daerah